BEI dan OJK Gelar Festival Pasar Modal Sumsel 2019

76
Bursa efek Indonesia perwakilan palembang tengah memperkenalkan pasar modal pada masyarakat Sumsel (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Kantor Perwakilan Sumatera Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel menyelenggarakan Festival Sekolah Pasar Modal Sumatera Selatan 2019 selama bulan Oktober.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan bulan inklusi nasional ini ditujukan kepada masyarakat umum dan mahasiswa.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Palembang Hari Mulyono mengatakan, kegiatan yang diadakan di 10 kota di Sumsel ini bertujuan menciptakan masyarakat Sumsel mengenal Pasar Modal serta menjadi Investment Society di masa mendatang.

“Tujuan lainnya adalah agar dapat terlibat aktif didalamnya selaku investor dengan mendapatkan informasi dan pengetahuan yang baik berkenaan atas investasi di Pasar Modal,” katanya, Selasa (15/10).

Adapun kota-kota yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah Muara Enim (STIE Serasan) Lahat (STIE Serelo), Pagaralam (STEBIS Pagar Alam), Prabumulih (STIE Prabumulih), Lubuklinggau (Universitas Bina Insan), Sekayu (STIE Rahmaniyah), Banyuasin (AKN Banyuasin), Kayuagung, Baturaja (Universitas Baturaja) dan terakhir di Palembang (Aula OJK KR7 SumBagSel).

Selain itu, festival ini didukung pula oleh anggota bursa di Sumsel yaitu PT Phintraco Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Phillip Sekuritas, PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mirae Aset Sekuritas, PT OSO sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

Hari menjelaskan, dari empat pelaksanaan awal, kegiatan ini telah diikuti 549 orang dengan 175 di antaranya membuka akun efek perdana dan menjadi investor Pasar Modal Indonesia.

Dalam pelaksanaan Festival SPM SumSel 2019, juga terlibat komunitas pasar modal asal Sumsel yang baru terbentuk yang beranggotakan anak-anak muda energik, yaitu Komunitas Young Investment Indonesia.

Dia melanjutkan, Komunitas Young Investment diharapkan dapat menjalin komunikasi dengan para investor baru yang tercipta dari sehingga dapat terus menjaga semangat berinvestasi.

“Terutama dari kalangan anak muda dalam turut serta mewujudkan Investment Society dalam masyarakat,” ujarnya. (ds/int)