BI Tidak Melayani Penukaran Uang Lebaran

26

Cindepedia – Memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Idul Fitri, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyiapkan dana Rp4 Triliun.

Meski demikian, BI memastikan pada tahun ini pihaknya tidak ada penukaran uang pecahan kecil di cash keliling seperti tahun sebelumnya.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel Hari Widodo mengatakan, uang tunai yang disiapkan tahun ini sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp4 Triliun.

“Pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini jumlah uang yang kebutuhan uang tahun ini sama dengan tahun lalu. BI menyiapkan Rp 4-5 triliun,”ungkap Hari Widodo, Senin (18/05).

Jumlah ini, sambung dia, sesuai rapat dan koordinasi dengan perbankan di Sumsel mengenai kebutuhan uang tersebut. Yang memang pada hari besar keagamaan seperti ini mengalami peningkatan.

Baca Juga  Tahun 2020, Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Masih Lemah

Meski, pada tahun ini diperkirakan terjadi penurunan lantaran saat ini pemerintah tengah menggencarkan pembayaran non tunai dan uang elektronik apalagi tengah pademi virus Corona.

“Uang yang masuk ke BI akan disemprot disinfektan dan di karantina selama 14 hari sedangkan uang cetak sempurna langsung layak edar,” terangnya.

Pada tahun ini, lanjut Hari Widodo, tidak ada penukaran uang pecahan kecil di cash keliling seperti tahun sebelumnya yang ditempatkan di BKB . Tahun ini kembali ke bank yang ditunjuk. “Kalau tahun sebelumnya kita adakan cash keliling di Benteng Kuto Besak (BKB). Tahun ini karena pademi virus Corona yang melarang adanya kumpul massa, maka di alihkan di bank bank yang tunjuk,” katanya.

Sejauh ini, masih kata dia, permintaan uang tunai sudah ada dari perbankan. Terutama untuk pembayaran THR karyawan.

Baca Juga  Wagub Sumsel Ikut Gencarkan Sosialisasi Ekonomi Syariah

Regional CEO Bank Mandiri Region II/Sumatera 2, Lourentius Aris Budiyanto mengatakan, mengantisipasi kebutuhan uang tunai, selama Ramadhan dan idul Fitri, maka Bank Mandiri menyiapkan uang tunai Rp 1,015 triliun. Dana tersebut menurunkan 25 persen dibandingkan 2019 lalu sebesar Rp1,35. “Sementara kebutuhan region II/Sumatera 2 turun dari Rp3,750 trilun menjadi Rp2,800 triliun,” jelasya.

Aris menyebutkan, untuk pengisian uang tunai melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Sumatra Selatan diprediksi turun 21 persen dari rata-rata pengisian harian ATM periode Ramadhn dan Idulfitriitri tahun 2019 yaitu sekitar Rp33 miliar menjadi Rp26 miliar per hari.

Dikatakan, sudah ada peningkatan permintaan dan transaksi. Lantaran mulai 15 Mei Pemerintah telah mencairkan THR bagi ASN dan karyawan sehingga permintaan uang meningkat.(RID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.