Dahsyat .. Trasaksi Saham di Sumsel Tembus 12,57 Triliun

1352

Cindepedia – Transaksi pasar saham di Sumatera Selatan year to 30 November 2017 mengalami kenaikan yang signifikan yakni mencapai Rp12,57 triliun dengan 10.380 Single Investor Identification (SID).

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan saat ini Sumsel sudah cukup baik transaksi sahamnya, ada tiga perusahaan besar di Sumsel yang bisa dilakukan investasi sahamnya.

“Seperti Semen Baturaja, PT Bukit Asam, dan PT Sampoerna Agro, dan kami mengajak agar masyarakat bisa lebih aktif lagi dalam berinvestasi saham,” katanya usai pelaksanaan penyerahan bantuan mobil Rescue kepada Yayasan Palembang Creative Power, Jumat (8/11).

Dia mengatakan, saat ini sektor dominan di Sumsel masih pada sektor tambang, kemudian infrastruktur dan lainnya. Dari jumlah SID di Susmsel, Kota Palembang mendominasi transaksi saham yang mencapai 7.611 SID.

“Sumsel kian maju pesat terhadap transaksi saham, pihaknya melihat ada peningkatan SID baru tahun ini yang mencapai 1.972 SID, jumlah ini naik dibanding tahun lalu yang mencapai 1.726 SID,” katanya.

Samsul membeberakan, jika tahun depan rencananya akan ada dua perusahaan di Sumsel yang merencanakan Initial Public Offering (IPO), sehingga masyarakat bisa lebih gencar lagi berinvetasi saham.

“Kalau pengajuan banyak bahkan mencapai 8 perusahaan, namun tahun depan targetnya ada dua perusahaan yang akan melakukan Penawaran Saham Perdana,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono menambahkan Palembang masih menjadi basis utama transaksi pasar saham di Sumsel masih terpusat di Kota Palembang.

Namun yang menarik, beberapa daerah sudah ada peningkatan jumlah SID baru seperti Linggau dan Baturaja serta Muara Enim. “Hingga akhir tahun kami optimis bisa tembus Rp13 triliun dengan rata-rata per bulan Rp1,4 triliun,” katanya.

Hari mengakui, tahun ini kinerja cukup bagus, termasuk juga kinerja pertumbuhan investor yang saat ini sudah menembus 1.972 investor baru tahun ini per November.

Untuk porsiya, Hari menggambarkan sebesar 47,6 persen investor dari kelompok pegawai swasta, 14,1 persen dari mahasiswa, 10,2 pengusaha, sedangkan 3.6 persen ibu rumah tangga. (win)

BAGIKAN