Harga Emas Melonjak, Nasabah Rifan Meningkat

191
Pimpinan Cabang Rifan Finance Berjangka (RFB) Palembang, Eko Budhi Prasetyo saat menjelaskan kenaikan harga emas (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – Pasar perdagangan berjangka awal tahun ini dikejutkan dengan harga emas yang menyentuh level USS 1,600 per troy ons akibat serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada 8 Januari 2020 lalu.

Pimpinan Cabang Rifan Finance Berjangka (RFB) Palembang, Eko Budhi Prasetyo mengatakan harga emas spot melonjak 2,22 persen Dolar Amerika 1.609,41 per troy ons dari harga penutupan perdagangan di hari sebelumnya pada USS 1.575,37 per troy ons.

Kendati sempat melandai kembali pada 31 Januari 2020 ke level level Dolar Amerika 1.589,8 per troy ons, namun pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020, harga emas kembali bangkit ke level US$v1.603,77 per troy ons, menguat 0,13 persen di pasar spot.

“Harga logam mulia ini telah mencapai level penutupan tertinggi sejak Maret 2013 atau tertinggi dalam 7 tahun terakhir, dan diprediksi akan terus naik hingga akhir tahun” ujar Eko.

Eko menambahkan, para analis dan pelaku pasar meyakini bahwa lonjakan harga emas bisa berlanjut atau tetap stabil di level sekitar dolar Amerika 1.600 per troy ons dalam beberapa bulan, sekalipun nilai tukar dolar AS dan pasar saham menguat.

Eko mengatakan dampak Corona di Tiongkok dan resesi pun menggentayangi hingga terjadi pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara sepertiJerman, Singapura dan Jepang.

Imbas melesatnya harga emas membuat pertumbuhan kinerja positif PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Palembang. Sebanyak 80 persen transaksi di perdagangan berjangka RFB Palembang ada di Locogold atau kontrak emas berjangka.

Total volume transaksi RFB Palembang hingga Januari 2020 meningkat 95,61 persen menjadi 33.645 lot dibandingkan Januari 2019.

Sementara dari sisi volume transaksi bilateral mencapai sebesar 81,68 persen menjadi 27.525 lot, dan volume transaksi multilateral tumbuh sebesar 198,54 persen menjadi 6.120 lot secara year on year.

Untuk RFB Palembang pihaknya semakin optimistis untuk meraih target volume transaksi sebesar 215,059 lot dan 720 nasabah baru di tahun ini.

“Edukasi, sosialisasi dan promosi akan kembali kami jalankan dalam menarik nasabah baru Salah satu bentuk implementasi nanti, kami akan melaksanakan program edukasi baru yaitu trading class untuk masyarakat umum dan calon nasabah mengenai seluk beluk trading,” katanya. (ds/int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.