Hingga Kuartal III, RFB Catat Nasabah Sumsel Tumbuh Gemilang 

186
Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka, Eko Budhi Prasetyo (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – PT Rifan Financibdo Berjangka (RFB) mencatat kinerja yang sangat gemilang hingga September 2019.

Ini terlihat dari total pertumbuhan volumen transaksi bilateral atau sistem perdangan alternatif (SPA) di Sumatera selatan yang mencapai 76.644 lot, dan untuk transaksi multilateral atau komoditi terkoreksi diangka 34.796, dan bila ditotal antara transaksi bilateral dan multilateral mencapai 194.440 lot.

Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Eko Budhi Prasetyo mengatakan, sejauh ini perkembangan transaksi nasional secara total sampai akhir kuartal III sebesar 401.781 lot.
Rinciannya untuk transaksi multilateral sebesar 114.098 lot dan untuk transaksi bilateral sebesar 287.683 lot.

“Pertumbuhan positif yang terjadi tersebut menjdikan Rifan kembali mendapatkan penghargaan sebagai pialang diposisi pertama secara nasionl dari 10 pialang terbaik di Indonesia,” jelasnya, Kamis (31/10).

Tidak hanya dari sisi volume transaksi, peningkatan kinerja juga disokong oleh pertumbuhan nasabah baru. Untuk di Sumsel sendiri nasabah baru sejak Januari – September pun mengalami pertumbuhan yang relatif baik.

Dari total target 500 nasabah yang ditargetkan pada awal tahun kini sudah ada 332 nasabah baru. Sementara untuk pertumbuhan nasabah baru secara nasional total 2.774 nasabah baru.

“Kami optimistis target nasabah baru bisa dikejar hingga akhir tahun. Masih ada sisa dua bulan terakhir,” ujarnya.

Dijelaskan Eko, nasabah baru tersebut memiliki kecenderungan untuk berinvestasi emas. Instrumen investasi tersebut dipilih karena lebih familiar dan dimengerti oleh masyarakat awam. Selain itu, ada pula yang tertarik berinvestasi di mata uang asing seperti investasi mata uang Yen dan Poundsterling.

Persebaran nasabah di Sumsel pun didominasi oleh kota Palembang dan selanjutnya Baturaja, Lubuklinggau, Muara Enim, OKI, OI, Banyuasin.

Eko menambahkan, untuk menggaet nasabah baru disiapkan tim marketing yang tujuannya untuk memberikan edukasi tentang investasi di bursa berjangka.

Meski tumbuh signifikan namun diakuinya pihaknya masih mengalami kesulitanya mengajak nasabah baru yaitu kurangnya pemahaman soal investasi di RFB adalah legal dan di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan Bursa Berjangka Jakarta.

“Untuk itu, kami tingkatkan edukasi kepada masyarakat agar tak lagi salah kaprah menilai sebelah mata investasi berjangka,” ungkapnya. (ds/int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.