Ingin Bangun Rumah, Punya Lahan Tapi Gak Punya Biaya? KPR Membangun BJB Solusinya

60
Pimpinan Bank BJB Cabang Palembang, Rudy Chandra. (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – Sampai dengan akhir September lalu, Bank BIB Cabang Palembang menbukukan kinerja kredit pembiayaan perumahan (KPR) sudah sesuai target dengan rata-rata pencapaian diangka 100 persen dari target yang ditetapkan.

Secara keseluruhan diakui Pimpinan Bank BJB Cabang Palembang, Rudy Chandra per September lalu sudah achieve (tercapai) 100 persen lebih.

“Produk KPR ada 2 pembelian, baik pembelian rumah baru baik komersial dan subsidi ataupun KPR multiguna,” jelasnya Rudy yang didampingi Manajer Konsumer, Reki Afriko saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (09/10).

Ia menambahkan, di cabang Palembang BJB memberikan alokasi pembiayaan untuk perumahan subsidi (FLPP) dan rumah komersial. Dari total alokasi pembiayaan kredit rumah, pembiayaan untuk rumah komersial masih mendominasi sekitar 75 persen dan flpp masih dikisaran 25 persen dari total alokasi yang tetapkan pusat.

Selain memberikan pembiayaan rumah subsidi dan komersial, BJB juga memiliki jenis produk KPR yang tidak dimiliki bank lainya, yakni KPR membagun, dimana target pembiayaannya pegawai BUMN, PNS atau swasta bonafit.

Bentuknya, KPR membangun ini diberikan kepada debitur yang akan membangun rumah. “Program sudah jalan sudah lama. Bank lain tidak ada produk itu lagi, kami masih ada,” katanya.

Karena pembiayaan pembangunan rumah, biasanya minimal diangka diatas Rp100 juta. “Dulu bank lain ada, tapi sekarang hanya kita yang mempunyai KPR jenis ini. Pembiayaan biasanya diatas Rp100 juta,” ungkapnya.

Peminat KPR jenis ini masih tinggi, dan menjadi pilihan bagi yang akan membangun rumah tapi kekurangan dana. “Kebanyakan mereka beli rumah jadi akan dapat tanah kecil. Tapi ada tanah lahan cukup besar tapi kesulitan dana segar,” kata dia.

Ia menambahkan, jika ada tanah kosong, ada nasabah yang ingin bangun rumah, tapi belum punya dana. Karena itu, KPR Membangun ini, akan membiayai proses pembangunan rumah dengan sistem pembayaran bertahap.

Ditambahkanya tentu saja, keabsahan status tanah tersebut harus sah karena itu syarat mutlak untuk disetujui bank.

“Lahan yang akan dibangun merupakan atas nama bersangkutan , IMB-nya ready dan juga site plan-nya sudah juga,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, jika syarat sudah selesai semua maka tinggal proses pembiayaan, dengan pencairan dilakukan per termin.

“Nanti akan dilakukan pencairan 20 persen dulu, lalu dibangun. Kemudian jika sudah selesai dicairkan kembali 50 persen untuk kembali dibangun,” jelasnya. (ds/int)