Jasa Pengiriman Turun Hingga 50 Persen

89
Suasana aktifitas layanan di JNE Palembang (maya/detiksumsel.com)
Suasana aktifitas layanan di JNE Palembang (maya/detiksumsel.com)

cindepedia – Hampir seluruh lini bisnis terdampak dengan wabah Covid-19 tidak terkecuali bisnis jasa kurir dan pengiriman yang mengalam penurunan sangat draktir hingga 50 persen.

Branch manager JNE Palembang, Muhammad Daud mengatakan, penurunan hingga 50 persen ini terjadi, lantaran banyak UMKM yang tidak menjalankan usaha, kurang produktif serta bisnis online yang juga tidak bergairan menjadi penyebab penurunan ini.

“Penurunan ini dikarenakan minimnya orderan yang diterima pelaku usaha, jadi tidak ada pengiriman,” ungkapnya pada detiksumsel.com, Senin (04/05).

Ditambahkanya, sejak beberapa pekan terakhir, pengiriman untuk daerah Indonesia bagian timur tidak ada lagi operasional untuk pengiriman barang lagi.
Sedangkan untuk daerah yang masih mungkin di jangkau masih bisa menggunakan alternatif lain yakni melalui jalur darat.

Namun memang untuk daerah Jakarta yang PSBB akan tersendat dan pengiriman butuh waktu lebih lama.

Sedangkan Komisaris titipan kilat (TIKI) Palembang , Haris Jumadi mengatakan, adanya pademi ini membuat beberapa daerah melakukan lockdown.

Beberapa daerah yang menutup akses keluar masuk diwilayah mereka, memang sebagian besar masuk wilayah bagian Timur seperti Papua, Palangkaraya dan beberapa kota di pulau jawa.

“Makanya pengiriman agak sulit. Bahkan, Untuk daerah yang sudah mengumumkan akan melakukan lockdown sejak jauhari maka paket dengan tujuan daerah tersebut tidak kita terima lagi,” katanya.

“Kita menerapkan sistem semua barang yang sudah diterima dan akan dikirimkan tapi daerah tujuan status lockdown maka paket barang tersebut akan kami kembalikan lagi kepada si pengirim,” jelasnya.

Haris menambahkan, sejauh ini Jakarta masih menjadi salah satu kota yang paling banyak tujuan paket pengiriman dan pihaknya tidak membatasi pengiriman konsumen yang ingin mengirimkan paket mereka.

Jakarta masih mendominasi tujuan pengiriman paket tertinggi diIndonesia, dan sampai saat ini paket untuk tujuan Jakarta masih tetap diterima TIKI.

Hanya saja, Haris mengakui tidak bisa menjanjikan paket barang yang dikirim konsumen tepat waktu, hal ini dipicu ada beberapa jalan atau lokasi yang ditutup atas inisiatif warga untuk melakukan karantina wilayah parsial.

Kondisi tersebut tentu saja ikut berpengaruh terhadap volume paket pengiriman di TIKI yang mengalami penurunan sampai 50 persen. “Penurunan sudah mulai terasa sejak pertengahan Maret ini dan kita prediksi bulan ini target Rp1,2 miliar belum bisa tercapai,”tutupnya. (May/mif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.