Penjualan Logam Mulia Tetap Tinggi Meski Harga Naik Hingga 150 ribu

42
Pegawai Antam saat menunjukkan produk logam mulia. (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – Harga logam mulia yang terus merangkak naik sejak awal tahun lalu dari Rp 600 ribu per gram menjadi Rp 750 ribu per gram, tidak menyurutkan minat konsumen untuk membeli emas untuk investasi jangka panjang.

Harga saat ini tidak memberikan pengaruh terhadap penjualan, karena masyarakat sudah mulai mengerti tentang investasi yang aman itu emas murni (logam mulia).

Marketing Representative PT Antam tbk Unit Palembang, Imam Sutarwoko mengatakan, secara keseluruhan penjualan logam mulia terus mengalami peningkatan tiap bulanya, tapi memang penjualan tertinggi ada dibulan Mei sebanyak 25 kilo 99730 gram atau senilai Rp26,2 miliar, dan dibulan September sebanyak 25 kilo 8585 gram atau senilai Rp27 miliar.

“Bila melihat penjualan kita optimis target penjualan 200 kilogram sampai akhir tahun akan terealisasi. Saat ini penjualan kita sudah mencapai 80 persen. Kita optimis sampai akhir tahun over target bila melihat kondisi penjualan saat ini.” jelasnya, ketika ditemui diruang kerjanya Rabu (15/10).

Tingginya penjualan di bulan Mei dam September karena didorong adanya perang dagang antara Amerika dan China serta kondisi suhu politik diIndonesia serta indeks harga dollar terhadap mata uang yang mengalami penurunan dipasar global, menjadi pendorong konsumen mulai memilih investasi yang paling aman logam mulia.

Ditambahkanya peningkatan penjualan beriringa dengan pertumbuhan custamer dari tahun ketahun terus tumbuh, dari 500 custamer  menjadi 6.600 custamer, dan kebanyakan newcomer dari kalangan mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Meski sudah hampir mencapai target penjualan, namun pihaknya tetap berkeinginan untuk mengarap kabupaten kota yang ada di Sumsel. Karena dari 17 kabupaten kota baru 4 yang digarap.

“kita turun langsung dan memberikan pemahaman tentang investasi logam mulia dan literasi tentang emas murni,” katanya. (ds/int) 

BAGIKAN