Pusri Jamin Pupuk Bersubsidi Disalurkan kepada Petani yang Berhak

87
Dirut PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro saat menyampaikan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada para distributor wilayah Sumsel, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung di Gedung Pupuk Sriwijaya, Selasa (10/9/2019).-(foto Ferdinand/koransn)

Palembang, Cinde Pedia – Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan, PT Pusri Palembang menjamin kelancaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi yang diproduksinya kepada para petani yang berhak. Hal tersebut dikatakan Dirut PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro saat sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang dihadiri distributor seluruh Sumsel, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi di Graha Pupuk Sriwidjaja, Selasa (10/9/2019).

“Agar pupuk bersubsidi aman sampai ke tangan petani yang berhak, untuk itu kita melakukan sosialiasi kepada distributor. Karena distributor wajib menjamin kelancaran penyaluran pupuk subsidi,” tegasnya.

Dikatakannya, pupuk subsidi yang dialokasikan ke petani itu, sudah diatur oleh pemerintah termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk yang dijual. Untuk HET Pupuk Bersubsidi sesuai dengan Permentan RI No. untuk Pupuk Urea Rp 1.800/Kg, Pupuk SP-36 Rp 2.000/Kg, Pupuk ZA Rp 1.400/Kg, Pupuk NPK Rp 2.300/Kg dan Pupuk Organik Rp 500/Kg.

“Distrubutor harus patuh terhadap aturan termasuk untuk alokasinya. Sesuai dengan peraturan pemerintah yang masih berlaku hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara untuk mekanisme penyaluran di distribusi dan kios pengecer. Diantaranya, pengecer wajib menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan prinsip enam, tepat di wilayah tanggung jawabnya. Hingga ke lini IV kepada petani dan kelompok tani berdasarkan RDKK. Serta menjualnya di gudang lini IV berdasarkan RDKK dengan harga tidak melebihi HET.

Hal tersebut menurutnya, penting seiring dengan ditemukannya kios pengecer tidak tertib. Diantaranya, menjual tanpa RDKK, menjual secara eceran dan menjual diatas HET.

Sementara itu, GM Penjualan produk PSO Dhais Ibrahim menjelaskan, sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi diikuti sekitar 84 distributor dari lima provinsi di wilayah Sumbagsel. Serta 11 Pemasaran Pusri Kabupaten (PPK) Agen tulang punggung pendistribusian pupuk di daerah, 52 Aslap (asisten lapangan) sebagai tenaga pembantu penjualan pupuk subsidi di kabupaten.

“Saya berharap kepada rekan-rekan distributor, Aslap dan PPK agar memperhatikan apa-apa saja yang menjadi acuan kita terkait penyaluran pendistribusian pupuk bersubsidi. Mengingat pupuk bersubsidi pengadaan dan penyalurannya didalam pengawasan. Sehingga, banyak keraguan apabila tidak mengetahui prosedurnya secara detail,” harapnya. (ds/int)