Selama Pendemi, Perdagangan Berjangka Bergerak Positif Hingga 40 Persen

94
Karyawan KBI tengah melakukan standar kesehatan. (Istimewa)
Karyawan KBI tengah melakukan standar kesehatan. (Istimewa)

cindepedia – Ditengah langkah menuju era “The New Normal” yang dicanangkan pemerintah, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI telah mencanangkan kesiapannya untuk kembali beroperasi dengan layanan prima.

KBI sendiri sejak tanggal 20 Maret 2020, memberlakukan kegiatan operasional terbatas, dikarenakan pemberlakuan Work From Home bagi karyawan sesuai anjuran pemerintah.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan, bagi KBI, saat seperti sekarang merupakan sebuah kenormalan baru, dan KBI telah menyiapkan protokol operasional untuk menjalankan operasi di kenormalan baru tersebut. Protokol tersebut menyangkut protokol kesehatan bagi karyawan, serta protokol pelayanan prima bagi pemangku kepentingan. Hal yang kami lakukan ini sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh kementerian BUMN untuk mempersiapkan protokol terkait kegiatan operasional ditengah situasi new normal.

“Saat ini persiapan telah kami lakukan, dan apabila suatu saat kementerian memberikan arahan untuk beroperasi dan karyawan kembali masuk, kami sudah siap 100% beroperasi dengan layanan prima dalam situasi New Normal,” jelasnya, melalui rilis, Selasa (02/06).

Dalam protokol yang disusun, KBI juga memastikan bahwa karyawan yang akan masuk dinyatakan sehat, serta tidak memiliki penyakit bawaan yang berpotensi terpapar Covid-19.

Selanjutnya Fajar Wibhiyadi menambahkan, Dalam protokol pelayanan kepada pemangku kepentingan, KBI tetap melakukan pembatasan terhadap pertemuan secara fisik / lansung dengan para pemangku kepentingan. Untuk saat ini, segala bentuk korespondensi, koordinasi serta rapat-rapat, kami lakukan dengan cara virtual yang memanfaatkan teknologi.

“Namun demikian, kami memastikan bahwa KBI tetap akan memberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan,”katanya.

Dengan beroperasinya kembali KBI dalam situasi new normal ini, diharapkan mampu menjadi pendorong di industri perdagangan berjangka komoditi untuk bergerak positif.

kinerja perdagangan berjangka komoditi di Quarter 1 tahun 2020 tercatat positif, yaitu mengalami pertumbuhan transaksi sebesar 40 % dibandingkan tahun 2019 (yoy).

Fajar Wibhiyadi menambahkan, Sebagai antisipasi, KBI juga terus meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi, baik dalam kaitan perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik, maupun dalam peran kami sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang.

Dengan pemanfaatan teknologi yang ada saat ini, KBI menyediakan laporan kliring yang dapat diakses melalui Sistem Kliring Derivatif yang tersedia bagi setiap anggota kliring. Bagi para investor, KBI telah menyediakan aplikasi digital yaitu SITNa, dimana investor dan perusahaan pialang akan saling terhubung, dan investor dapat memantau investasi yang dilakukan meskipun hanya dari rumah.

Dalam hal monitoring PT KBI juga sudah menerapkan otomasi, yaitu pengembangan early warning system yang secara otomatis akan mengirimkan notifikasi anomali langsung ke smartphone PIC sehingga dapat segera ditindak lanjuti. (ril/mif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.