Tingkatkan IKM, BFI Siap Dukung Kopi Sumsel Bersaing di Pasar Global

67
Regional Manager BFI Finance Wilayah Sumatera 3, Sastero Wijaya Gunawan, Area Manager BFI Finance Wilayah Palembang Freddy Tanaya, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Ernila Rizar ,Pengusaha Kopi Muhammad Wijaya (maya/detiksumsel.com)

Palembang, Cinde Pedia – Sumatera selatan termasuk daerah yang memiliki luas kebun kopi terbesar diIndonesia. Dari 1,3 juta lahan kebu kopi yang ada hampir 2/3 persen kebun kopi berada di Sumatera selatan.

Untuk mendukung peningkatan Industri Kecil dan Menegah (IKM) terutama kopi, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menggelar kegiatan bertajuk “BFI Coffeepreneur Kekayaan Kopi Sumsel Siap Bersaing di Pasar Global”.

Kegiatan yang bertepatan juga dengan hari kopi Internasional ini, dihadiri oleh puluhan pelaju industri dan usaha kopi di Palembang.

Kegiatan ini untuk mengakomodir para pelaku IKM kopi yang ada diSumsel, BFI bekerjasama dengan dinas perindustrian kota Palembang melaksanakan kegiatan ini yang melibatkan para pelaku Industri kopi, mulai dari petani, pemilik lahan, pencinta kopi sampai ke pengusaha kopi kita kumpulkan disini agar pengusaha kopi di Sumsel bisa maju seperti daerah lainya.

“Sebagai perusahaan jasa pembiayaan, kami ingin terus menjadi mitra yang turut berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Tidak terkecuali bagi dunia industri serta usaha kecil dan menengah di Palembang. Siapapun dapat berkembang lebih maju dengan mental yang gigih dan cerdik melihat potensi,” ungkap Sastero Wijaya Gunawan, Regional Manager BFI Finance Wilayah Sumatera 3 disela-sela kegiatan yang dilaksanakan di The Gade Café, Palembang, Sumatera Selatan.

Sastero menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi berpengalaman yakni Salama Sri Susanti (Duta Kopi Sumsel) dan Muhammad Wijaya (pengusaha kopi).

Mereka berbagi kepada para peserta seputar pembahasan kopi. Mulai dari ragam kekayaan dan kualitas Kopi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga keterampilan enterpreneurship.

“Kopi Sumsel menyimpan keunggulan yang masih kalah tenar dengan merek kopi lainnya di Indonesia. Padahal, Sumsel memiliki lahan kebun kopi terluas di Indonesia dengan kekayaan ragam Kopi Sumsel yang mempunyai keunikan tersendiri,”jelasnya, disela-sela kegiatan Rabu (02/10).

Setelah mengikuti sesi ini, beberapa peserta terpilih akan mengikuti mini-competition dari BFI Finance.

“Kita akan melakukan pendampingan serta menilai progress industri dan usaha kopi yang mereka miliki selama satu bulan. BFI Finance telah menyediakan hadiah belasan juta rupiah bagi dua pemenang yang akan diumumkan pada November mendatang,”katanya.

Ditambahkanya, selama dua puluh tahun lebih pihaknya menyalurkan pembiayaan di Sumatera selatan dan sudah menjangkau beberapa daerah di Sumsel seperti Prabumulih, Lahat, Pangkalan Balai, dan Baturaja.

Ditambahkanya, secara pertumbunan, BFI Finance terus mengalami pertumbuhan tiap tahunya. Tercatat di Semester 1 saja pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp208,9 Miliar.

Dari total tersebut kota palembang mendominasi penyaluran pembiayaan sebesar 70,4 persen dengan kontrobusi terbesar dipembiayaan mobil bekas, dan sebagian lainya untuk pembiayaan multiguna konsumtif dan produktif seperti modam kerja. (ds/int)