Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Melalui Inovasi Baru

74
Ketua IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS (Kedua dari kiri) bersama tim juri IndoHCF Innovation Award III 2019. (Istimewa)

Palembang, Cinde Pedia – Perhelatan IndoHCF Innovation Awards III-2019 yang dipelopori Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) program CSR dari PT IDS Medical Systems Indonesia menyisakan lima terbaik nominasi di setiap kategori yang diperlombakan.

Nantinya kelima nominasi tersebut akan kembali diseleksi, sehingga hanya menyisakan tiga pemenang. Tidak hanya itu, IndoHCF Award bekerjasama dengan HaloDoc memberi kesempatan kepada finalis khusus Kategori ICT Bidang Kesehatan untuk mempresentasikan karya inovasinya langsung kepada calon penanam modal.

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro,Sp.P,MARSm, mengatakan agenda besarnya adalah bagaimana pelbagai inovasi dibidang kesehatan baik hasil karya akademisi, praktisi maupun kelompok masyarakat, dapat dihilirisasi atau menjadi model/contoh.

“Dengan cara mengindentifikasi inovasi disetiap daerah sehingga ada pihak-pihak yang tertarik untuk mengembangkan sampai ke tingkat nasional bahkan dapat bersaing di pasar global,” jelasnya, Rabu (18/09).

Ditambahkanya, adanya kompetisi ini memunculkan inisiatif luar biasa bagi institusi di bidang kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk menghasilkan inovasi baru. “Idenya ada solusi yang inovatif dan aplikatif guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Dikatakan, tahun ini total peserta ada 193 inovasi yang didaftarkan. Adapun lima terbaik finalis IndoHCF Innovation Awards III-2019 masing-masing kategori antara lain Kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yaitu Bandung Emergency Service Quality Innovation (BESQUIT) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat; LASKAR Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur; POS PSC 119 SIMPATIK (Sistem Pelayanan Cepat Emergency Medik) Kabupaten Bangka, Provinsi Kep. Bangka Belitung; PSC 119 Kota Cirebon “SREGEP” Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan SIGAP PSC 119 BANTUL Kabupaten Bantul, Provinsi D.I Yogjakarta.

Sedangkan untuk kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pada sub kategori Program UMKM antara lain Gebrakan Pagi Berseri asal Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Kader Kesehatan 211 (2 orang 1 program untuk 1 RT/Dusun) asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkul, Kampung CERDIK (Masyarakat Mandiri hidup Sehat) asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan; Kelas Remaja dari Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan; dan Penyebaran Pesan Informasi Kesehatan Pangan Aman Dan Depot Air Minum (PEPES IKAN PATIN) asal Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Dan pada sub Kategori Inovasi Video Promosi yaitu Gerakan Seni Penyuluhan dari Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, IVA CSW (Club Sayang Wanita) dari Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Adapun nominasi pada Kategori Inovasi Alat Kesehatan yaitu Dispotube (Inovasi Tabung Kontainer Sampah Tajam Medis Ramah Lingkungan , Reduce, Reuse, & Low Cost) dari Kota Denpasar, Provinsi Bali, Gama VAC (Vacuum Assisted Closure) dari Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, Gamma Allergen dan Gamma Chamber: sebagai solusi penyediaan alat diagnostik uji tempel di Indonesia dari Koya Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta, Meja Pain Intervensi dari Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta, dan Penggunaan Fiksasi Pelvis Modifikasi C-Clamp Sistem UI-CM dalam Meningkatkan Clinical Service di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dari Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Sementara nominasi kategori Inovasi ICT Kesehatan yaitu All In One Siaplin Ceria Koesma Plus bertujuan untuk meningkatkan Kepuasan Masyarakat dari Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

Aplikasi Hallodha & Go-Arv dari kota jakarta pusat melalui e-Simpati Pemanfaatan Aplikasi “Sayang Bunda” dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dari Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Sistim Informasi Manajemen Remunerasi Terintegrasi dari Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Mekanisme selanjutnya, IndoHCF akan melakukan penilaian untuk menentukan para pemenang. “Pengumuman pemenang I-III sendiri akan dilaksanakan 9 November mendatang di ICE BSD Tangerang, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Supriyantoro mengatakan pihaknya berharap di tahun-tahun mendatang, antusiasme peserta untuk bersaing dalam ajang IndoHCF Innovation Awards dapat terus semakin meningkat. Event ini, tambah dia, merupakan apresiasi yang diberikan kepada instansi dan individu atau kelompok perorangan yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia. (ds/int)

BAGIKAN