Travel Fair 2019 Targetkan Transaksi Sebesar Sepuluh Miliar

45
Ketua Asita Sumsel, Anton Wahyudi , Seketaris Dinas Kebudayaan Pemprov Sumsel Fitrian S.Sos MSi, ketua PHRI Herlan Aspiuddin dll (Maya/Detiksumsel)

Palembang, Cinde Pedia  – Association of the Indonesian Tours and Travel agencies (Asita) bersama Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menggelar Musi Travel Fair (MTF) 2019 di atrium Palembang Indah Mall.

Even ini melibatkan 16 travel agent yang memberikan berbagai promo dan penawaran khusus selama 4-6 Oktober mendatang.

Ketua Asita Sumsel, Anton Wahyudi mengatakan, acara ini merupakan gabungan Asita dan Amphuri. “Kalau Asita itu lebih ke liburan, sedangkan Amphuri lebih ke keagamaan dan ibadah. Maka itu sekarang kita gabungkan keduanya dalam satu even one stop shopping,” ujarnya pada saat pembukaan travel fair, Jumat (04/10).

Anton menambahkan, Melalui MTF 2019 ini, pihaknya menargetkan transaksi hingga Rp10 miliar. Menurutnya, target tersebut bukan sembarang angka, karena ke-16 travel agent yang dihadirkan separuhnya liburan.

“Perhitungannya kalau ada 10 kloter saja, sudah 400 jamaah dan dikali Rp25 juta itu hasilnya sudah Rp10 miliar. Kita juga ada jual tiket liburan ke Eropa dan sebagainya,” terangnya.

Pihaknya berkeinginan even ini akan menjadi even tahunan, mengingat kebutuhan ibadah masyarakat untuk ke tanah suci cukup meningkat.

“Kita juga ada kerjasama dengan provider, seperti Telkomsel. Jadi kalau pakai kartu Telkomsel tidak perlu rooming internasional. Saat tiba di jeddah otomatis akan aktif,” katanya.

Terkait adanya kebijakan baru yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi tentang penghapusan visa progresif dan kenaikan biaya visa umrah, ia mengaku tarvel agent bisa menjelaskan kepada calon jamaah.

“Sebenarnya kita tidak khawatir. Umroh ini kan perjalanan religi. Maka dengan waiting list yang cukup lama untuk ibadah haji, mereka akan umroh,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya even seperti ini dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga tidak ada lagi jamaah yang tertipu seperti selama ini. “Saat ini keanggotaan kita kurang lebih 93 anggota travel agent. Dan pastinya keberadaannya legal dan diketahui,” ujarnya.

Sementara itu, Seketaris Dinas Kebudayaan Pemprov Sumsel Fitrian S.Sos MSi mengatakan, pihakny memberikan apresiasi kepada Asita yang telah memfasilitasi acara ini bagi pelaku industri khususnya travel agent.

“Perkembangan pariwisata dapat tercapai apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tentu saja ini bisa memberikan sumbagsih positif bagi pegiat pariwisata dan kebutuhan masyarakat melalui travel agent ini,” ungkapnya. (ds/int)

BAGIKAN